Home » , » Investasi yang Dianggap Menguntungkan

Investasi yang Dianggap Menguntungkan

Bagi sebagian orang, berinvestasi adalah sesuatu yang asing. Selain karena risikonya yang tidak bisa diprediksi, banyak orang yang juga kesulitan untuk menyisihkan uang untuk berinvestasi. Namun, bagaimanapun investasi adalah salah satu strategi terbaik untuk memperoleh keuntungan. Dibutuhkan keberanian serta keuletan untuk mempelajari serta mempraktikkan investasi yang menghasilkan. Bila sudah expert, tentu hasilnya pun akan mengalir dengan lancar.



EMAS
Emas adalah investasi yang bisa dibilang low risk alias memiliki tingkat risiko yang rendah. Harga emas bisa dibilang stabil bahkan cenderung meningkat. Menginvestasikan penghasilan dengan membeli emas, baik emas perhiasan maupun emas batangan, cocok dilakukan oleh orang-orang yang konservatif. Modal pertama pun tidak butuh terlalu banyak. Mulailah dengan membeli emas sesuai dengan kemampuan pada saat itu. Kelemahannya, kita perlu ketelitian ekstra untuk menjaga dan menyimpannya supaya tetap aman.

TANAH
Tanah adalah jenis investasi yang juga cukup menguntungkan. Harga tanah terus meningkat dari waktu ke waktu. Apalagi jika lokasi tanah berada di pusat kota atau di tempat-tempat strategis. Tanah yang sudah dibeli ini pun bisa digunakan untuk membangun usaha atau untuk dijual kembali. Yang harus diperhatikan saat ingin menginvestasikan penghasilan kita dengan membeli tanah adalah kejelasan hak milik. Banyak orang yang akhirnya tertipu oleh penjual tanah yang ternyata bukan pemilik sesungguhnya. Perhatikan pula potensi baik berdasarkan lokasi maupun tekstur tanah. Jika salah membeli, kita bukannya untung malah jadi rugi.

MATA UANG ASING
Saat nilai rupiah melemah terhadap dollar, banyak orang berbondong-bondong menukarkan dollar mereka dengan rupiah. Jual beli mata uang asing adalah salah satu jenis investasi yang juga cukup menguntungkan. Namun, sebelum melakukan investasi ini, kita harus paham tren naik turunnya nilai mata uang supaya tidak terjebak dalam kerugian.

SAHAM
Membeli saham adalah satu satu jenis investasi yang bisa pula dicoba. Saham adalah tanda kepemilikan terhadap suatu badan usaha. Dalam investas ini, kita bisa membeli serta menjual saham yang dimiliki berdasarkan perkiraan keuntungan yang akan didapatkan. Dengan memiliki saham di suatu perusahaan, kita akan mendapatkan pembagian keuntungan yang disebut dividen. Selain itu, dalam proses jual beli saham, kita bisa mendapatkan capital gain yaitu selisih harga beli dan harga jual saham. Namun, investasi saham harus dilakukan dengan hati-hati karena banyak risiko yang bisa jadi malah menimbulkan kerugian.

DEPOSITO
Jenis investasi selanjutnya adalah deposito. Deposito bisa disebut produk investasi yang minim risiko. Kita bisa memiliki deposito dengan mengajukannya pada sebuah bank. Sistem deposito hampir sama dengan menabung secara konvensional yaitu menyimpan sejumlah uang tertentu di bank. Bedanya, deposito menerapkan jangka waktu tertentu sehingga uang yang disimpan tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Namun, jangka waktu yang ditawarkan cukup bervariasi, yaitu 1, 3, 6, atau 12 bulan. Kita bisa memilih sesuai kebutuhan. Keuntungan menabung dalam bentuk deposito adalah bunga yang lebih tinggi. Sayangnya, kita butuh modal yang cukup besar, antara 8 hingga 10 juta rupiah tergantung bank yang menawarkannya.

REKSADANA
Ada pula investasi yang disebut reksadana. Secara sederhana, reksadana adalah pengelolaan dana atau modal yang terkumpul dari sejumlah investor oleh seorang Manajer Investasi. Modal ini akan diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada instrumen investasi. Kita bisa membeli reksadana pada lembaga yang mengelola, seperti bank atau pada Manajer Investasi. Meskipun menguntungkan, berinvestasi dengan reksadana memiliki risiko yang cukup besar. Pelajari dengan cermat terlebih dahulu sebelum memulai investasi dengan reksadana.

OBLIGASI
Selanjutnya, jenis investasi yang juga bisa dilakukan adalah dengan obligasi. Obligasi adalah sebuah perjanjian dari penerbit obligasi tersebut yang menyatakan akan membayar kembali pokok utang beserta bunganya pada saat jatuh tempo. Jadi, dalam hal ini, kita meminjamkan uang kepada penerbit obligasi dalam jangka waktu tertentu.

RUMAH
Investasi yang juga menjadi tren adalah properti dalam bentuk rumah. Rumah bisa menghasilkan jika disewakan ataupun diperjualbelikan. Sayangnya, kita membutuhkan modal yang cukup besar untuk membangun atau memiliki rumah untuk diinvestasikan. Pada lokasi-lokasi tertentu, rumah bisa dijadikan sebagai tempat usaha ataupun kost sehingga nilai investasinya lebih tinggi.



Thanks for reading & sharing PAPA DESTRA

Previous
« Prev Post