Papa Destra

Hak Ibu pada Anak Lelakinya


Inilah Hak Ibu Setelah Anak Lelakinya Menikah

Menikah merupakan salah satu Sunnah Rosul yang sangat dianjurkan, untuk membangun keluarga sakinah adalah dambaan setiap insan. Namun, sebelum menikah, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang besar kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibundanya.

Apabila  anak perempuan menikah, maka dia akan menjadi hak suami. Ayah dan Ibunya tidak lagi memiliki hak atas perempuan tersebut. Namun, bagi anak laki-laki, kewajiban berbakti kepada ibu tidak akan hilang begitu saja. Sehingga meski sudah memiliki istri dia tetap menjadi hak Ibunya.

Mengapa adanya perbedaan hak ibu terhadap anak laki-lakinya yang telah menikah? Lantas bagaimana pula seharusnya anak laki-laki memperlakukan ibunya setelah menikah, di samping tetap mewujudkan keluarga bersama istri dan anak-anak? Simak ulasan berikut.

Secara khusus atau dengan sangat istimewa, Islam menekankan hak ibu kepada anak laki-laki kandungnya. Mengapa terhadap anak perempuan kandungnya tidak? Karena anak perempuan dilepas setelah diperistri seseorang. Sedangkan anak laki-laki tidak bisa lepas, walaupun ia sudah beristri.

Dengan demikian, pengabdian anak laki-laki kepada ibu kandungnya tidak putus. Tetapi pengabdian anak perempuan putus dan beralih kepada suaminya. Karena itu, anak laki-laki lebih terikat kepada ibunya. Sementara anak perempuan terlepas ikatan pengabdiannya kepada ibunya sendiri.

Laki-laki wajib membelanjai istri dan anaknya serta wajib terus memperhatikan nasib ibu kandungnya. Anak laki-laki yang dewasa, lalu menikah, ibunya lebih berkuasa terhadap dirinya dari pada istrinya. Karena ibu lebih berhak kapada anak laki-laki kandungnya, maka anak tersebut harus berusaha menjaga perasaan ibunya.

Lantas, bagaimana jika kebutuhan istri dan kebutuhan ibu bersamaan waktunya? Bila kepentingan makan dan minum istri sudah terpenuhi, lalu istri punya keperluan lain yang tidak pokok, maka yang wajib didahulukan adalah kepentingan ibu.

Demikianlah hak ibu kepada anak laki-laki kandungnya. Jadi istri harus menyadari bahwa kepentingan ibu kandung suaminya adalah kepentingan yang hampir mutlak kepada si anak. Karena suami masih memiliki kewajiban kepada ibunya.

Jika seorang istri tidak menyadari aturan Islam seperti ini, maka hubungan suami dan istri bisa saja berjalan tidak baik. Oleh sebab itu, disarankan kepada para istri untuk memahami ilmu agama. Ketika melihat suaminya begitu taat kepada ibu kandungnya, seorang istri harus meridhoinya.

Keistimewaan seorang ibu juga tergambar dari hadist Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya:

“Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah saw: “Ibumu.” Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban yang sama.

Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan). Ibnu Al-Baththal mengatakan bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali.

Hal ini dapat dipahami dari kondisi ibu ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan. Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah SWT Surat Luqman ayat 14.

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun—selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun—bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.

Allah menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas. Sementara itu, Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah dan Al Hakim menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”

Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan.

Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat. Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah.

Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata: “Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”

Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:

“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”

Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan, dan menyusui.

http://warungkopi.okezone.com/thread/533089/inilah-hak-ibu-setelah-anak-lelakinya-menikah?utm_source=th_pop

Read More
Papa Destra

Pengertian outsourcing


 

Pengertian outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja dari luar perusahaan sendiri untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu yang spesifik. Dari pengertian tersebut, kita mendapatkan minimal dua hal yang musti dijelaskan, yaitu perusahaan outsourcing dan jenis pekerjaan yang umum di serahkan kepada tenaga dari luar tersebut.

Di negara kita, ada undang-undang yang khusus mengatur mengenai hal ini, yaitu UU No. 13 tahun 2003. Yang membuat sedikit kerancuan adalah tidak ada penyebutan istilah outsourcing dalam undang-undang tersebut. Yang bisa ditarik dari UU tersebut adalah outsourcing memiliki dua bentuk, yaitu pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja / buruh.

Kita bisa menarik kesimpulan, yang disebut sebagai Perusahaan Outsourcing adalah perusahaan yang menyediakan jasa tenaga kerja untuk keahlian pada bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan permintaan perusahaan yang membutuhkannya.

Pengertian Outsourcing menurut para ahli

Michael F, Corbett, pendiri dari The Outsourcing Institute dan Presiden Direktur dari Michael F, Corbett & Associates Consulting Firm F. mengatakan bahwa outsourcing telah menjadi alat manajemen yang bukan hanya untuk menyelesaikan masalah tetapi juga bisa mendukung tujuan dan sasaran kegiatan bisnis perusahaan.

Maurice F Greaver II, pada bukunya Strategic Outsourcing, A Structured Approach to Outsourcing: Decisions and Initiatives, menjabarkan outsourcing sebagai “Strategic use of outside parties to perform activities, traditionally handled by internal staff and resources”.

Maurice Greaver, Outsourcing  adalah tindakan mengalihkan beberapa aktivitas perusahaan dan hak pengambilan keputusannya kepada pihak lain (outside provider), dimana tindakan ini terikat dalam suatu kontrak kerjasama.

Muzni Tambusai, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, mendefinisikan pengertian outsourcing sebagai memborongkan satu bagian atau beberapa bagian kegiatan perusahaan yang tadinya dikelola sendiri kepada perusahaan lain yang kemudian disebut sebagai penerima pekerjaan.

Pengertian Outsourcing menurut kamus
Concise Oxford Dictionary: “Contract to enter into or make a contract. From the latin contractus, the past participle of contrahere, to draw together, bring about or enter into an agreement.”

Jenis pekerjaan apa saja yang bisa di-outsourcing-kan?
Pada dasarnya, semua jenis pekerjaan yang tidak menyangkut pengambilan keputusan yang mempengaruhi kebijakan perusahaan bisa di-outsourcing-kan. Yang paling umum adalah pengamanan (security – satpam), kebersihan (cleaning service – office boy), operator mesin atau alat tertentu, entry data, dll,

Apa keuntungan perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing?
Karena menggunakan pekerja yang disediakan perusahaan lain, maka perusahaan akan mendapat keuntungan sebagai berikut:
  1. Perusahaan bisa lebih fokus mengurusi bisnis intinya daripada menghabiskan energi, waktu, dan biaya untuk hal-hal yang bersifat teknis.
  2. Bisa menghemat anggaran untuk biaya pelatihan karyawan
  3. Dengan penyerahan pengelolaan tenaga kerja ke perusahaan Outsourcing, maka perusahaan tidak perlu lagi mengurusi Perekrutan, Pelatihan, Administrasi tenaga kerja dan Penggajian dan lain – lainnya disetiap bulannya.
  4. Perusahaan bisa mendapatkan pekerja yang benar-benar kompeten di bidangnya.
  5. Lebih mudah membuat proyeksi anggaran dan tingkat kualitas hasil pekerjaan karena bisa mengubah biaya variabel menjadi biaya tetap.
  6. Perusahaan tidak lagi direpotkan dengan urusan Pesangon, THR, PHK dan masalah lainnya sehubungan dengan pemutusan tenaga kerja karena hal ini telah dikelola oleh Perusahaan Outsourcing.
  7. Pekerja dari perusahaan outsourcing biasanya lebih berkualitas dari pada pekerja sendiri. Perusahaan outsourcing secara terus menerus memaksimalkan kualitas pekerja yang disewakannya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan pelanggan.
  8. Perusahaan tidak perlu melakukan alih teknologi dan pengetahuan yang butuh dana dan waktu.
  9. Lebih fleksible untuk melakukan atau tidak melakukan investasi.
  10. Meminimalkan risiko kegagalan investasi yang mahal.
  11. Perusahaan bisa membagi resiko pekerjaan (dimana resiko bidang pekerjaan ditangani oleh perusahaan outsourcing dan resiko dibidang lain ditangani perusahaan itu sendiri).
Apa kelemahan dan sisi negatif penggunaan tenaga outsourcing bagi perusahaan?
Tidak ada sistem yang benar-benar sempurna. Sekalipun penggunaan tenaga outsourcing ini memberi banyak keuntungan bagi perusahaan, namun ada juga kelemahan dan sisi negatif yang harus diperhatikan sebelum perusahaan benar-benar memutuskan untuk mengalihkan pekerjaan tertentu kepada pekerja outsource.

Kurang lebih kelemahan dan sisi negatifnya adalah sebagai berikut:
  1. Tidak bisa secara fleksibel mampu menangani permasalahan-permasalahan yang unik dan khusus dalam perusahaan.
  2. Apabila jenis pekerjaan yang di-outsourcing-kan bersifat rahasia dan strategis bagi perusahaan, maka ada kemungkinan akan ditiru atau dijual kepada pihak lain.
  3. Tidak efektif bila kontrak tenaga outsourcing hanya sebentar. Karean akan ada peralihan tugas dan penyesuaian di sana-sini yang tetap butuh waktu dan tenaga.
  4. Butuh sistem tertentu supaya keamanan data dan sistem perusahaan tetap terjaga.
  5. Perusahaan akan kehilangan kendali terhadap aplikasi dan pekerjaan yang di-outsource-kan. Misalnya ketika aplikasi tersebut memerlukan penanganan khusus dan cepat. Ketika ada masalah maka perusahaan harus dahulu menghubungi pihak penyedia tenaga outsourcing atau vendor.
  6. Adanya kecenderungan outsourcer untuk merahasiakan sistem yang digunakan dalam membangun sistem informasi bagi pelanggannya agar jasanya tetap digunakan.
  7. Pada level dan bidang pekerjaan tertentu, perusahaan cenderung akan sangat tergantung kepada pihak ketiga (pengembang dan pengelola) sehingga cukup sulit bagi perusahaan untuk mengambil alih kembali sistem yang sudah berjalan saat ini (memerlukan waktu dan tenaga).
Outsourcing dan pekerja
Bagi perusahaan, sistem outsourcing ini bisa dibilang sangat menguntungkan, karena bisa dilakukan dengan cepat dan anggaran yang jelas. Sementara bagi pekerja yang menjadi bagian dari perusahaan outsourcing-nya sendiri, agak kurang adil. Karena mereka bekerja berdasarkan kontrak. 

Ketika kontrak habis dan perusahaan tidak memperpanjang kontraknya maka pekerja tersebut tidak akan memiliki posisi tawar yang cukup untuk menuntut apapun. Karena semua sudah diatur di dalam kontrak perekrutan tenaga kerja di awal. Artinya, tidak ada atau tipis sekali kemungkinan bagi pekerja untuk memiliki jenjang karir. Itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa sistem ini ditentang oleh pekerja.

 

Read More
Papa Destra

E-Commerce



Istilah e-commerce ini berkait dan sering disama artikan dengan istilah e-business. Ada pendapat yang mengatakan jika mereka berbeda dari sisi jangkauan atau cakupannya. Sementara secara umum, mereka memang bisa dianggap sama dengan sedikit atau tidak ada perbedaan, tergantung dengan cara pandang yang bersangkutan.

Pengertian E-Commerce menurut para ahli

Laudon & Laudon (1998):
E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.

E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping, Stock online dan surat obligasi, download dan penjualan software, dokumen, grafik, musik, dan lain-lainnya, serta transaksi Business to Business (B2B). (Wahana Komputer Semarang 2002).

David Baum (1999, pp. 36-34):
E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and business process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and information.
Diterjemahkan oleh Onno. W. Purbo: E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelavanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005):
E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial.

Kalakota dan Whinston (1997) melihat e-commerce dalam 3 pandangan berikut:
  1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
  2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
  3. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
  4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.
Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), mengatakan:
  1. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
  2. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
  3. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.
Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).

Sejarah dan Perkembangan E-Commerce
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 miliar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.

Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat “perdagangan web” — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.

Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.

Model-Model E-Commerce di Indonesia

Iklan Baris, merupakan salah satu bentuk e-commerce yang tergolong sederhana, bisa dianggap sebagai evolusi dari iklan baris yang biasanya ditemui di koran-koran ke dalam dunia online. Penjual yang menggunakan social media atau forum untuk beriklan, biasanya tidak bisa langsung menyelesaikan transaksi pada website yang bersangkutan. Namun penjual dan pembeli harus berkomunikasi secara langsung untuk bertransaksi. Contoh iklan baris : Tokobagus, Berniaga, dan FJB-Kaskus.

Retail, merupakan jenis e-commerce yang dimana semua proses jual-beli dilakukan melalui sistem yang sudah diterapkan oleh situs retail yang bersangkutan. Oleh karena itu, kegiatan jual-beli di retail relatif aman, namun biasanya pilihan produk yang tersedia tidak terlalu banyak, atau hanya fokus ke satu-dua kategori produk. Contoh retail : Berrybenzka, Zalora, dan Lazada.

Marketplace, bisa dianggap sebagai penyedia jasa mall online, namun yang berjualan bukan penyedia website, melainkan anggota-anggota yang mendaftar untuk berjualan di website marketplace yang bersangkutan. Marketplace umumnya menyediakan lapisan keamanan tambahan untuk setiap transaksi yang terjadi, seperti sistem pembayaran escrow atau lebih umum dikenal sebagai rekening bersama. Jadi setiap terjadi transaksi di dalam sistem marketplace tersebut, pihak marketplace akan menjadi pihak ketiga yang menerima pembayaran dan menjaganya hingga produk sudah dikirimkan oleh penjual dan diterima oleh pembeli. Setelah proses pengiriman selesai, barulah uang pembayaran diteruskan ke pihak penjual.

Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce adalah sebagai berikut:
  1. Pihak pemasar menggunakan situs, blog, atau forum tertentu untuk memperkenalkan produk yang ditawarkannya. Di dalam situs, blog, atau forum tersebut terdapat fasilitas untuk melakukan pembelian secara langsung atau nomor yang dapat dihubungi untuk melakukan transaksi.
  2. Pembeli yang tertarik melakukan pembelian yang bisa melalui transfer bank, kartu kredit, atau layanan lain tranfer dana elektronik seperti paypal dan lain-lain.
  3. Transaksi terjaadi dan barang dikirimkan.
Apa keuntungan penggunaan teknologi e-commerce bagi perusahaan?
  1. Toko bisa diakses selama 24 jam
  2. Pengunjung tidak perlu datang langsung
  3. Pasar tidak lagi dibatasi wilayah regional
  4. Biaya pembuatan toko online yang murah
  5. Mengurangi biaya operasional kantor (misalnya kertas, biaya pos, pencetakan, laporan keuangan, dll.)
  6. Transaksi relatif lebih cepat terjadi
  7. Volume transaksi bisa berlipat-lipat
  8. Mudah melakukan pemeriksaan atau validasi pembayaran dan pengiriman barang.
Contoh E-Commerce
Seluruh kegiatan jual-beli yang menggunakan internet sebagai media penghubungnya adalah kegiatan e-commerce. Untuk yang besar, anda bisa merujuk pada semakin besarnya toko online seperti Bhinneka, Lazada, Olx, Berniaga, Bejubel, Kaskus FJB, dan masih banyak sekali. Sekarang orang juga banyak yang menggunakan Facebook dan Twitter untuk mempromosikan produk mereka, dan hasilnya relatif efektif meningkatkan penjualan. Kegiatan e-commerce tidak hanya berupa transaksi jual beli di toko online, melainkan juga semua transaksi keuangan di bank yang memanfaatkan internet sebagai medianya.

Dampak Positif dan Negatif E-Commerce
Seperti juga hal lain, e-commerce tentu juga memiliki sisi positif dan negatif, baik bagi perusahaan pemasar maupun konsumen. Bagi perusahaan atau produsen dan pemasar, dampak posisitifnya seperti ini:
  1. Pasar jauh lebih luas
  2. Tidak terhalang waktu dan tempat
  3. Biaya operasional yang rendah dibanding membangun toko fisik, dll.
Kalau sisi negatifnya bagi perusahaan juga ada, misalnya:
  1. Persaingan sangat ketat, karena untuk membuat toko online biayanya murah dengan tingkat kesulitan yang tidak terlalu tinggi. Kalaupun kesulitan bisa dengan mudah meminta pihak lain untuk mengerjakan untuk anda.
  2. Koneksi internet yang belum stabil dan merata.
  3. Bergantung pada listrik dan internet.
  4. Sangat mungkin terjadi kecurangan
  5. Transaksi bergantung pada saling percaya
  6. Ada kemungkinan pencurian informasi penting seperti password dan akun
Bagi konsumen, juga ada sisi negatifnya, misalnya:
  1. Relatif sulit mencari penjual yang benar-benar penjual. Banyak sekali terjadi penipuan.
  2. Tidak bisa secara fisik mengecek barang.
  3. Ada kemungkinan barang sudah dikirim tetapi tidak sampai di tujuan.
  4. Jarang ada toko online yang mau menerima pengembalian barang, hanya toko-toko yang besar.
  5. Bagi orang tertentu, perlu waktu lebih untuk merasa nyaman berbelanja secara online.
Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
  1. Business to Business, karakteristiknya:
    • Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
    • Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
    • Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
    • Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
  2. Business to Consumer, karakteristiknya:
    • Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
    • Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
    • Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
    • Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)
Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah untuk bisa secara lebih efektif dan efisien serta cepat meningkatkan keuntungannya.

Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang berharga.

Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
  • System Penetration
    Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
  • Authorization Violation
    Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.
  • Planting
    Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
  • Communications Monitoring
    Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
  • Communications Tampering
    Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
  • Denial of service
    Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
  • Repudiation
    Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
Kunci Sukses dalam E-Commerce
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
  • Menyediakan harga kompetitif
  • Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
  • Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
  • Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
  • Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
  • Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain.
  • Mempermudah kegiatan perdagangan

http://dee-belajar.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-e-commerce-contoh-keuntungan.html

 
Read More
Papa Destra

IDMcc for Firefox Update


Quick Installation


Click the button below to perform a fresh installation or to update your existing Internet Download Manager for IDM addon.

This version will be always up-to-date and should work with the current Firefox beta version and previous versions.

 
Compatible with Firefox 48 beta, Firefox 47, 46 and older versions. 
IDM cc version: IDM CC 6.25.21
MD5 checksum: 73cb6ca4abfb1986ef6b7b3acee716e7
 

What's changed ?

Deals with Firefox's new addon sign feature, and adds support for FF 42+ and equivalent in line. 
 
 
Read More
Papa Destra

E-Business



E-bussss (Inggris: Electronic Business, atau "E-business") dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan .

Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

https://id.wikipedia.org/wiki/E-Business

 
Read More
Papa Destra

Smule's mission



We believe that music is much more than just listening— it's about creating, sharing, discovering, participating, and connecting with people. It is the original social network with the power to break down barriers, touch souls and bring people together from all over the world. 

In 2008, we set out to create apps that enabled anyone to create, discover, love and enjoy music. Today, 1.5 % of the world's population (that's 125 million people and counting) have used Smule's apps. And they are creating communities, meeting new like-minded friends, and having fun making music together on Smule. 

So if you wake up humming, play a mean air guitar or anything in between, then Smule is for you―anyone can do it, no previous experience required. Interested in creating social music experiences? Check out our job openings here

Key Leadership

Dr. Jeffrey C. Smith, CEO and Co-Founder Linkedin
Jeff Smith Jeff started his career as a software engineer at IBM's Scientific Research Center. After writing software for several companies, he co-founded a consumer electronic publishing business that he sold to Novell/WordPerfect. Jeff took his second company public on the Nasdaq ('TMWD’) after growing it from inception to several thousand enterprise customers. He served on the board after co-founding his third company, which was eventually acquired by Google/Android. Jeff co-founded Smule while pursuing a Ph.D in Computer Music at Stanford University and currently serves as Smule’s CEO and Chairman of the Board. In 2013, he completed his Ph.D., “Correlation analyses of encoded music performance”, where he documented cultural differences of music performance interpretation. He is now an Assistant Consulting Professor at Stanford's Department of Music. Jeff previously received a B.S. in Computer Science from Stanford and has co-authored twenty-seven patents. You can learn more about Jeff's music on his blog

Sunil Pareenja, Chief Financial Officer Linkedin
Sunil Pareenja Sunil Pareenja is the Chief Financial Officer at Smule where he manages the finance, legal, human resources, and real estate functions. Sunil has significant experience in corporate acquisitions, international operations, public company reporting and compliance, raising capital, and helping scale technology companies. Prior to Smule, Sunil lead finance teams at Engine Yard, Inc. and Tumbleweed Communications Corp. and previously worked at Hewlett-Packard Company and Arthur Andersen LLP. Sunil is a Certified Public Accountant in the State of California and holds a BA in Business Economics from UCLA, and an MBA from UC Berkeley.

Jeannie Yang, Chief Product & Design Officer Linkedin
Jeannie Yang As Chief Design Officer, Jeannie guides Smule's projects from concept through completion. Prior to joining Smule, she worked at Yahoo! where she helped start up their first social media research lab, as well as launched 7 public research prototypes and 3 public web services. At Yahoo! Brickhouse, she assisted in the launch of the first open location brokering platform, Fire Eagle. Jeannie joined Smule in 2010 after realizing her passion lies in startups and helping make things happen with small teams that dream big. Concurrently, Jeannie is a house music DJ. She received a B.S. in Electrical Engineering and Computer Science from UC Berkeley and a M.S. in Information from UC Berkeley. 

Zhongling "Alex" Li, Chief Technology Officer Linkedin
Zhongling "Alex" Li Alex defines technical strategy and leads the engineering efforts to create innovative products. Since 2011, he transformed and scaled Smule engineering, also architected Smule Nation Platform, a highly scalable social music service across mobile and web. Previously, Alex was the VP of Engineering at Booyah, where his team built the server platform from scratch and delivered several mass-market mobile and Facebook games. Prior to Booyah, Alex designed and implemented several Jasper Wireless' mission critical infrastructure services as Principal Architect; he also was the key member in Kijiji and My eBay projects as Staff Software Engineer at eBay. Alex received a M.S. in Computer Science from Columbia University, and a B.S. double major in Computer Application and English from Shanghai Jiao Tong University. 

Bill Bradford
Bill Bradford, Chief Growth Officer Linkedin 
Bill is responsible for revenue and strategic partnerships. This is Bill's second stint in the music technology space. He was CEO & co-founder of Simplify Media, a popular iPhone music streaming app acquired by Google in 2010 (now Google Play Music). Bill was also COO & co-founder at Thuuz Sports, a start-up revolutionizing sports entertainment. He held various roles at Tumbleweed Communications, including VP Corp/Bus Dev and VP Marketing, after stints at Adobe and Connectix. Bill received a BA with honors, Phi Beta Kappa, from Stanford University. He enjoys playing Polynesian music with his wife and 4 children and coaching youth rugby. 

Read More
Papa Destra

Free WiFi Hotspot Software For Windows


Despite the fact that Internet has become somewhat an inseparable factor of daily life, ensuring internet connection in all devices we have is a tiresome task, especially when it comes to countries like India where both mobile internet and public WiFi services are yet to find their base. In this kind of situations, however, sharing internet connection by means of WiFi hotspot feature makes enough sense, as most devices including your Smartphones and computers do have WiFi in built. Although Android Smartphones offer a more direct way to switch on hotspot and share your own internet connection to multiple devices, there is no such option in Windows-based computers, making the feature a bit ‘hard’ for basic users.

In this post, we have come up with list of top 5 WiFi hotspot software for Windows PCs. Using these software, you will be able to create a WiFi hotspot in a few clicks, rather than digging into networks section of your PC. So, we should move on, right?

1. My WIFI Router (Free)

My WIFI Router

My WIFI Router is a free software to create a WiFi hotspot in your Windows PC. The tool supports Windows XP, 7 and 8 as well as both 32 and 64 bit architectures. Rather than creating a mere WiFi hotspot, My WIFI Router offers a big number of features, and some of them are:
  • Easier management of connected devices and you can limit speed, blacklist or change nicknames of devices. So, if you want to restrict some devices from stealing your browser speed, you can do that using the section for client management.
  • Ability to share your videos using WiFi so that you can access them right from your Smartphone browser. If you have switched on the ‘Share Video’ option, you will be given an IP address; you can enter the IP address to browse and play videos that are stored in a particular file folder in your PC.
Considering these features, My WIFI Router is a productive tool, indeed. Moreover, my WIFI Router has a UI that has minimal elements arranged in an easily understandable way.

2. MaryFi (Free)

MaryFi is, as the developer says, a software-based WiFi router that helps you create a WiFi hotspot and thus share the internet connection you have in your Windows PC. MaryFi is completely free to use and does support Windows 7 PCs. MaryFi has a minimal user interface and kept the same minimalistic approach in terms of features as well. So, if you just need a Wi-Fi hotspot creator, you should try MaryFi.

However, despite being simple in terms of use, MaryFi can be used as a WiFi repeater — you can use the tool to receive signals from one WiFi modem and re-propagate those signals using WiFi feature of your PC. On the other hand, if you switch on MaryFi when you do not have one internet connection with you, it will let you access shared folders of your PC from other devices as well as being part of multiplayer, LAN-based games.
And the best part is that, in spite of being free to use, MaryFi will not put some ads to disappoint your user experience.

3. MyPublicWiFi (Free)

MyPublicWiFi
Here comes another easy-to-use, simple-in-terms-of-feature tool to create WiFi hotspots — MyPublicWiFi. The tool is a freeware and supports Windows 7, 8 and Windows Server 2008. Since it supports both 32 and 64 bit architecture processors, MyPublicWiFi will work smoothly on Windows based devices.
  • Ability to know which devices are connected to your WiFi hotspot! So, even when you have created an open network, you will know who else are there.
  • URL Logging helps you have a list of websites that have been accessed during the hotspot session. If you think someone is accessing the hotspot to access some ‘undesired’ website, you will be able to get details on those sessions using the feature.
  • You can use the tool as a WiFi repeater in order to extend signal of your home WiFi or other situations. If you want to extend the range of your WiFi modem, you can do it in a few seconds.

4. mHotspot (Free)

mHotspot

The tool, mHotspot, is something as far as you are concerned about turning your Windows-based to a WiFi hotspot and thus a source of internet. Using this easy-to-use free software, you can create a hotspot by choosing a name for hotspot, password, source of internet and number of maximum clients. mHotspot works with both Windows 7 & 8.
  • Hotspot can have up to ten clients. However, you have the option to put a restriction on number of devices that can be connected to your hotspot.
  • Ability to know details about connected Wi-Fi clients and their resource consumption
  • When compared to other WiFi hotspot creation tools out there, mHotspot has a really small size (of around 400KB) and downloading it will not be a problem even when you have a small internet connection.
mHotspot is indeed a great choice when you need to create a feature-rich Wi-Fi hotspot without spending that much time! In addition, we loved its feature to select the source of internet before creating the hotspot.

5. Connectify (Paid)

Connectify

Unlike the aforementioned hotspot creation tools, Connectify is a paid software to create WiFi hotspot, despite the fact that a free version with less features are available.

For instance, if you are going for Pro, you can remove hotspot shut-off timer and share internet from both 3G and 4G devices. So, if you are going with the basic plan, you’ll be able to share your wired internet connection. Plus, Connectify works fine with both Windows 7 and 8 PCs. When we do compare Connectify with other tools out there, however, the inability to share internet connection from a 3G or 4G device is obviously a disadvantage.  So, the rest of the software can be termed as good alternatives to Connectify because they are free and offer more features as well.

The Manual Way (Creating WiFi Hotspot without installing any software)

So, now, you have a list of top best WiFi hotspot software for Windows and these apps will let you do the job in a single click. Yet, if you are not in a situation to download these tools and create a hotspot, there is a manual method using Windows Command Prompt.
  • First, you have to open command prompt with administrative privileges. To do that, right click on Command Prompt icon and select Run as Administrator.
CMD
  • Now, we have to check whether your PC does support WiFi hotspot creation. To do so, give the following command in command prompt.
netsh wlan show drivers
CMD Show Drivers
  • Input of the command will show you results that are given in following image. From that, check if Hosted Network is supported. If it’s a Yes, we can move on; otherwise, you cannot create a WiFi hotspot using the method.
  • If your WiFi network card supports Hosted Networks, you can create hotspot by giving a command. In the following command, you have to change ssid value to the desired hotspot name whereas key to your desired password.
netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=Hotspotname key=password
CMD Give Command
  • If it has been successful, you can see a message that hosted network mode has been set to allow and username and passphrase have been changed successfully. Now, you have successfully created your Wi-Fi hotspot but you have to switch it on first.
  • To do that, give the following command to CMD:
netsh wlan start hostednetwork
CMD Start Hotspot
  • Similarly, when you want to turn off the hotspot, enter the following command in CMD:
netsh wlan stop hostednetwork
CMD Stop Hotspot
  • On the other hand, if you want to know the details about the Wi-Fi hotspot you have created, you can give this command:
netsh wlan show hostednetwork
CMD show details

Success! You have created a WiFi hotspot in your Windows-powered PC using Command Prompt! Now, if you want to share the internet connection, you have to go to Network and Sharing center and enable ‘Internet Connection Sharing to that particular network — simple as that.

To Conclude

Talking of the tools, we loved My WIFI Router very much, as it helps us create hotspot in seconds as well as to share videos over WiFi, which is a great mater of productivity. Nevertheless, we would like to know which WiFi Hotspot creation tool you are using. That having said, if you are not able to download any of these tools to create a hotspot, we hope the manual method, using Windows Command Prompt will surely help you, as each and every Windows-based PC comes with CMD.



Read More